Home » » Ketidak Pastian Jodoh

Ketidak Pastian Jodoh

Written By EggY Hendriyawan on Thursday, March 1, 2012 | 10:47 AM

achmadreadone.blogspot.com
Ketidak Pastian Jodoh - Kita tidak pernah memilih untuk menjadi manusia dan menjalani hidup di muka bumi ini. Kita juga tidak pernah memilih untuk menjadi laki-laki atau perempuan. Selain itu juga tidak memilih untuk terlahir dalam keluarga yang kaya atau yang miskin. Kita hanya bisa menerima begitu saja keadaan tersebut.

Namun, uniknya perjalanan hidup seseorang tidak pernah lepas dari proses memilih dan mengambil keputusan. Memang dalam masa-masa tertentu, jalan hidup seseorang bisa saja dipilihkan oleh orang lain. Misalnya, ketika orang tua memilihkan sekolah untuk anaknya, meskipun anak tersebut sudah bisa memilih sendiri. Namun toh di pilihkan orang tuanya itu pun merupakan pilihan anak tersebut. Pada dasarnya, setiap orang hidup memang untuk memilih .

Di antara berbagai macam bentuk pilihan dalam hidup kita, memilih jodoh bisa jadi merupakan yang paling rumit dan menghabiskan lebih banyak energi. Dalam memilih sekolah misalnya kita tidak terlalu disibukkan dengan penentuan kriteria. Justru kita lah yang harus memenuhi kriteria sekolah tersebut. Namun, permasalahan jodoh seringkali menjadi rumit. Walaupun kita sudah memiliki kriteria ideal, orang lain pun menyodorkan kriteria idealnya sendiri. Akibatnya, terjadilah benturan kriteria yang tidak jarang menjadi penyebab kegagalan berjodohnya kita dengan seseorang.

Dalam proses memilih jodoh, ada banyak kriteria yang biasanya di jadikan bahan pertimbangan. Diantaranya agama, kekayaan, status sosial, dan pekerjaan. Bahkan, bukan hal yang aneh juga ketika masa lalu seseorang pun di jadikan bahan pertimbangan. Ironisnya, semakin banyak variabel yang di jadikan kriteria, semakin sulit lah seseorang mendapatkan jodoh.

Adakalnya, seseorang merasa cocok dengan kriteria calon pasangannya. Namun, muncul masalah baru. Keragu-raguan terhadap diri calon pasangan tersebut.”bagaimana sikapnya?” hal-hal semacam ini memang cukup sulit di terka, bahkan bagi mereka yang melakukan pacaran cukup lama sekalipun, apalagi bagi mereka yang tidak melalui proses pacaran.

Segala sesuatu mengenai kriteria, seperti status pekerjaan, tingkat pendidikan, atau fisik calon pasangan, adalah hal-hal yang bisa di ukur dan di lihat. Namun, tidak demikian dengan kepribadian seseorang. Tidak jarang, apa yang di tampakan kepada orang lain, berbeda jauh dengan karakter aslinya. Inilah sumber masalah sesungguhnya dalam memilih jodoh.

Mayoritas pernikahan di Indonesia biasanya di awali dengan proses pacaran yang tidak jarang menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Akan tetapi lamanya proses pacaran tersebut nyatanya bukan sebuah jaminan bahwa sebuah pernikahan akan berjalan harmonis sampai akhir hayat. Tiba-tiba saja sang suami, yang selama pacaran sangat manis, menjadi kasar dan tidak segan-segan memukul. Sang istri, yang ketika pacaran teramat penurut, berubah menjadi seorang pemberontak.

Begitulah kasus ketidakpastian pada pernikahan yang di awali dengan proses pacaran. Tentu kita bisa membayangkan keresahan yang dialami oleh mereka yang menikah tanpa melalui proses pacaran, tetapi di jodohkan atau melalui perkenalan yang cenderung lebih singkat.

Pada saat lain, kita mungkin di pusingkan dengan adanya beberapa calon yang menarik hati kita. Katakanlah 2 orang. Kita melihat keduanya baik, keduanya sama-sama memenuhi kriteria secara setara. Namun, kita harus memilih 1 orang saja, tidak bisa keduanya.

Keharusan memilih satu di antara dua yang setara itu bisa menggangu pikiran kita.”pilih yang ini, yang itu terlalu manis di lupakan. Ambil yang itu, khawatir yang ini jauh lebih baik.” Serba salah. Tidak jarang yang terjadi malah kegagalan dengan keduanya karena tidak ada kepastian mana yang kita pilih.


Mengapa kita sulit mengambil keputusan pasti, mana yang kita pilih? Sebabnya, sepanjang hidup , kita menerka-nerka jawaban berdasarkan informasi yang tak lengkap, pernyataan tersebut sangat sesuai dengan apa yang kita alami setiap saat. Kita hanya bisa meyakini sesuatu itu baik atau buruk untuk kita. Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana sebenarnya sesuatu itu. Umpamanya, kita yakin dengan calon yang ada di hadapan kita, bahwa dia seseorang yang sholeh, bahwa dia seseorang yang bertanggung jawab. Namun, kita tidak pernah tahu apa isi hatinya, apa yang sedang dia fikirkan tentang kita, atau bagaimana karakter aslinya. Semuanya gaib bagi kita. Jangan-jangan, dia sesungguhnya seorang psikopat. Sungguh mengerikan bukan?


                                                        Baca juga: Roda benar-benar berputar
Rating: 100% based on 99998 ratings.5 user reviews. | Judul: Ketidak Pastian Jodoh. | Ditulis oleh EggY Hendriyawan

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Prediksi bola

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berAGam InfO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger