Home » » Pengertian dan Fungsi Pembelanjaan dalam Perusahaan

Pengertian dan Fungsi Pembelanjaan dalam Perusahaan

Written By EggY Hendriyawan on Wednesday, February 15, 2012 | 7:31 AM

Pengertian dan Fungsi Pembelanjaan dalam Perusahaan


Untuk dapat menjalankan usaha setiap perusahaan membutuhkan dana. Dana diperoleh dari pemilik perusahaan maupun dari utang. Dana yang diterima oleh perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap untuk memproduksi barang atau jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan prodiksi dan penjualan, untuk piutang dagang, untuk mengadakan persediaan kas dan membeli surat berharga yang sering disebut efek atau sekuritas baik untuk kepentingan transaksi maupun untuk menjaga likuiditas perusahaan.
Dengan demikian maka untuk dapat melakukan bisnis setiap perusahaan selalu memerlukan aktiva riil (real asset), baik yang berujud (tangible assets) seperti mesin, pabrik, kantor, kendaraan, maupun yang tidak berujud (intangible assets) seperti keahlian teknis (technical expertise), merek dagang (trade-mark) dan patent. Untuk memperoleh aktiva riil tersebut, perusahaan harus mencari uang untuk membayarnya antara lain dengan cara menjual saham, obligasi bagi perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) ataupun sekuritas lain untuk mencari kredit dari bank. Sekuritas tersebut yang berupa sepotong kertas itu disebut aktiva keuangan (financial assets). Kertas-kertas yang merupakan keuangan itu mempunyai nilai sehingga dapat diperjualbelikan karena kertas-kertas tersebut mempunyai  tuntutan atau hak (claims) atas aktiva riil dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut.
Prinsip manajemen perusahaan menuntut agar baik dalam memperoleh maupun dalam menggunakan dana harus didasarkan pada pertimbangan efesiensi dan efektivitas. Dengan demikian maka pembelanjaan perusahaan  atau menejemen keuangan tidak lain adalah  manajemen untuk fungsi-fungsi pembelanjaan. Dalam pengertian manajemen terkandung fungsi-fungsi perencanaan, pengarahan dan pengandalian. Berhubunngan dcengan itu maka perlu ada perencanaan dan pengendalian yang baik dalam menggunakan maupun dalam pemenuhan kebutuhan dana. Dari uraian diatas maka pada dasarnya dapat dikatakan bahwa fungsi pembelanjaan dalam perusahaan meliputi (1) fungsi penggunaan dana atau pengalokasian dana (use/allocation of funds) dan (2) fungsi pemenuhan kebuthan dana atau fungsi pendanaan (financing; obtaining of funds).
Fungsi penggunaan dana harus dilakukan secara efisien. Ini berarti bahwa setiap dana rupiah yang tertahan dalam aktiva harus dapat digunakan seefisien mungkin untuk dapat menghasilkan tingkat keuntungan investasi atau rentabilitasyang maksimal. Fungsi penggunaan dana  meliputi perencanaan dan pengandalian penggunaan aktiva baik dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Agar semua dana yang tertanam dalam masing-masing unsur  aktiva tetrsebut disatu pihak tidak terlali kecil jumlahnya sehingga dapat mengganggu likuiditas atau kontinyuitas usaha, dan di lain pihak tidak terlalu besar jumlahnya sehingga dapat menimbulkan pengangguran dana , maka perlulah pengalokasian  dana tersebut didasarkan pada perencanaan yang tepat sehingga penggunaan danadapat dilakukan secara optimal.
Dengan demikian maka manajer keuangan dalam menjalankan fungsi penggunaan dana harus selalu mencari alternatif-alternatif investasi untuk kemudian dianalisa, dan dari hasil analisa itu harus diambil keputusan alternatif investasi mana yang akan di pilih. Dengan kata lain manajer keuangan harus mengambil keputusan investasi (investment decision).
Fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan juga harus dilakukan secara efisien. Manajer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan. Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya  dari masing-masing sumber dana mempunyai konsekuensi finansial yang berbeda-beda.
  • Jenis - Jenis Modal Asing/Utang
“Modal  Asing” adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut merupakan “utang” , yang pada saatnya harus di bayar kembali. Mengenai penggolongan utang, ada yang hanya membaginya dalam 2 golongan, yaitu utang jangka pendek (yaitu kurang dari satu tahun) dan utang jangka panjang (lebih dari satu tahun).  Tetapi banyak penulis dalam bidang pembelanjaan yang membagi modal asing atau utang dalam 3 golongan,yaitu:
1.      Modal  Asing/utang jangka pendek (short-term debt), yaitu yang jangka waktunya pendek, yaitu kurang dari satu tahun.
2.      Modal asing/utang jangka menengah ( intermediate-term Debt), yaitu yang jangka waktunya antara 1 sampai 10 tahun.
3.      Modal asing/utang jangka panjang.(long-term debt),yaitu yang jangka waktunya lebih dari 10 tahun.
  • Pemenuhan Kebutuhan Dana Caranya Sebagai berikut :
Pemenuhan kebutuhan dana pada dasarnya dapat dibedakan antara cara pemenuhan kebutuhan dana secara sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing aktiva yang akan dibiayai, dan cara pemenuhan kebutuhan dana secara kesluruhan dengan memandang semua kebutuhan sebagai satu kesatuan atau satu kelompok. Apabila dalam memenuhi kebutuhan dana itu kita mendasarkan pada kebutuhan masing-masing  aktiva secara individuil dikatakan bahwa kita menggunakan sistem pembelanjaan partiil.
Adapun cara lain dalam memenuhi kebutuhan dana ialah kalau kita melihat semua kebutuhan dana itu sebagai satu kesatuan atau satu kelompok, bukan secara individuil. Apabila dalam memenuhi kebutuhan dana tersebut digunakan cara yang demikian, dikatakan bahwa kita menggunakan sistem pembelanjaan modal.
Pemenuhan kebutuhan Dana Ditinjau Dari sudut likuiditas dan Rentabilitas.
Pada waktu suatu perusahaan akan menarik dana yang di butuhkan harus lah dikrtahui lebih dahulu untuk berapa lama dana itu akan digunakan di dalam perusahaan. Ditinjau dari sudut likuiditas, penarikan dana yang dibutuhkan didasarkan pada ketentuan bahwa dana yang di butuhkan itu hendaknya ditarik untuk jangka wakyu yang seuai dengan jangka waktu penggunaan tersebut di dalam perusahaan. Atau jangka waktu terikatnya dana dalam aktiva yang akan di biayai dengan dana tersebut.
Rating: 100% based on 99998 ratings.5 user reviews. | Judul: Pengertian dan Fungsi Pembelanjaan dalam Perusahaan. | Ditulis oleh EggY Hendriyawan

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Prediksi bola

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berAGam InfO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger