Home » » Hakikat Peserta Didik

Hakikat Peserta Didik

Written By EggY Hendriyawan on Thursday, April 12, 2012 | 2:46 PM

Hakikat Peserta Didik
A.       Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan
Secara kodrati, anak memerlukan pendididkan atau bimbingan dari orang dewasa. Dasar kodrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak yang hidup di dunia ini. Dalam mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung  aspek-aspek, antara lain :
1.         Aspek paedagogis
Dalam aspek ini, para ahli didik memeandang manusia sebagai animal educandum (makhluk yang memerlukan pendidikan). Adapun manuisa dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan ke arah yang diciptakan. Islam mengajarkan bahwa anak itu membawa berbagai potensi tersebut didididk dan dikembangkan ia akan menjadi manusia yang pandai.
2.         Aspek sosialogis  dan kultural
Menurut para ahli sosiologi pada prinsipnya manusia adalah moscius, yaitu makhluk yang berwatak dan berkemampuan dasar yang memiliki insting untuk hidup bermasyarakat. Diantara satu insting manusia adalah adanya kecenderungan mempertahankan segala apa yang dimilikinya.
3.         Aspek tauhid
Aspek tauhid adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Adapundasar yang menjadikan manusia  sebagai makhluk yang berketuhanan adalah karena didalam jiwa manusia terdapat insting yang disebut insting religius ( insting percaya pada agama).

B.       Batas-batas pendidikan islam
1.         Batas awal pendidikan islam
Menurut Al-Abdari, anak mulai dididik dalam artisesungguhnya setelah berusia 7 tahun. Karena itu, beliau mengeritik orang tua yang menyekolahkan anaknya pada usia yang masih terlalu muda, yaitu sebelum usia 7 tahun. Dapat disimpulkan bahwa belum ada kesepakatan para ahli didik islam tentang kapan anak mulai dididik.Namun, jika diterapkan dalam praktek pendididkan, maka dapat dijelaskan sebagai berikut  yaitu: untuk memasuki pendididkan persekolahan sebaiknya setelah anak berumur 5 tahun, sedangkan untuk memasuki pendidikan dasar, maka sebaiknya setelah anak umur 7 tahun.

2.         Batas akhir pendidikan islam
Tujuan pendidikan islam yaitu membentuk kepribadian muslim untuk mewujudkan kepribadian muslim itu sangat sulit. Sesudah terwujudnya kepribadian muslim diperlukan pemeliharaan kestabilan kepridaian mulim tersebut. sebagaimana sabda rosulillah itu maka batas terakhir pendidikan islam yaitu: sampai akhir hayat.

I.         PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM
A.       Pengertian peserta didik
Peserta dididk dalam pendidikan islam adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang, baik secara fisik, psikologi, sosial, dan religius dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Sementara istilah anak didik hanya di khususkan bagi individu yang berusia kanak-kanak.
B.       Karakteristik Peserta Didik
Karakteristik peserta didik dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat usia, kecerdasan, bakat, hobi, dan minat, tempat tinggal dari budaya, adalah sebagai berikut:
1.    Karakteristik Peserta Didik Berdasrkan Tingkat Usia
Dilihat dari segi usia, peserta didi dapat dibagi menjadi lima tahapan yaitu:
a.       Tahap asuhan (usia 0-2 tahun) atau neonatus. Tahap ini dimulai dari sejak kelahirannya sampai kira-kira dua tahun. Pada tahap ini individu belum memiliki kesadaran dan daya inteektual. ia hany mampu menerima rangsangan yang bersifat biologis dan psikologis melalui air susu ibunya.
b.      Tahap jasmani (usia 2-12 tahun). Pada tahp ini anak mulai memiliki potensi biologis  pedagogis, dan psikologis, sehingga anak sudah mulai dapat dibina, dilatih, dibimbing, diberikan pelajaran dan pendidikan yang disesuaikan dengan bakat, minat, dan kemampuan.
c.       Tahap psikologis (usia 12-20 tahun). Fase dimana anak mulai mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk,benar dan salah, dan fase baligh. artinya seorang anak sudah dapat dibina, dibimbing,dididik untuk melaksanakan tugas-tugs yang menuntut komitmen dan tanggung jawab arti yang luas.
d.      Tahap dewasa (20-30 tahun). Tahap ini, seseorang tidak lagi disebut anak-anak atau remaja lagi, melainkan sudah dewasa dalam arti sesungguhnya, pada fase ini, mereka sudah memiliki kematangan dalam bertindak, bersikap, dan mengambil keputusan untuk menetukan masa depannya sendiri.
e.       Tahap bijaksana (30 sampai akhir hayat). Fase ini, manusia telah menemukan jati dirinya yang hakiki,sehingga tindakannyasudah memiliki makna dan mengandung kebijaksanaan yang mampu memberi naungan dan perlindingan bagi orang lain.
2.    Karakteristik Peserta Disik Berdasarkan Teori Fitrah
Pendidikan dalam islam brdasar pandangan theo-enthropo centris, yakni perpaduan usaha manusia dan kehendak Tuhan. Potensi dasar (fitrah) yang dimiliki manusia itu memilikikonfigurasi atau susunan yang berbed-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada diantara manusia yang lebih menonjol rasa kendahannya, ada yang lebih meninjol rasa keingintahuannya, ada yang lebih menonjol kepeduliannya, ada yang lebih menonjol bakat olahraganya, dan sebagainya. Semua perbedaan ini perlu dipertimbangkan dalam memperlakukan para siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
3.      Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Tingkat Kecerdasan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Binet Simon terhadap IQ manusia, bahwa IQ yang dimiliki manusia itu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yng IQ nya tinggi disebut orang genius, ada orang yang IQ nya rendah disebut idiot, debil, dan embisil.Ada pula yang sedang-sedang saja selanjutnya disebut orang yang pada umumnya.
Dengan memahami kecerdasan peserta didik dengan berbagai bentu, tingkatan, dan variasinya, maka seorang guru disamping dapat merancanfg bahan pelajaran yang paling cocok, juga dapat menentukan metode dan pendekatan yang peling tepat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
4.      Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Kondisi Sosial Ekonomi dan Budaya
Dengan mengetahui latar belakang sosial ekonomi dan budaya tersebut, maka seorang guru dapat menetukan metode dan pendekatan yang tepat dalam memperlakukan mereka, dengan mengetahui latar belakang tersebut maka seorang guru dapat menciptakan sebuah keadaan atau sebuah kegiatan yang memungkinkan setiap anak yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi dan budaya yang berbeda-beda dapat berinteraksi secara harmonis.

C.       Akhlak Peserta Didik
Akhlak peserta dididk itu ada yang berkaitan dengan akhlak terhadap tuhan , dengan sesama manusia, dan alam jagat raya.
Mohammad Athiyah al-Abrasyi menyebutka dua belas kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap peserta didik , yaitu:
a.    Membersihkan diridari sifat-sifat tercela
b.    Memiliki niat mulia
c.    Meninggalkan kesibukan duniawi
d.   Menjalinhubungan yang harmonis dengan guru
e.    Menyenangkan hati guru
f.     Memuliakan guru
g.    Menjaga rahasia guru
h.    Menunjukan sikap sopan dan santun kepada guru
i.      Tekun dan bersungguh-sungguh dalam belajar
j.      Memilih waktu belajar yang tepat
k.    Belajar sepanjang hayat
l.      Memelihara rasa persaudaraan dan persahabatan
Peserta didik dalam pendidikan islam selalu relatif dengan pandangan islam tentang hakikat manusia. Sebagai makhluk Allah yang bertugas memakmurkan bumi, manusia diberi kelebihan dan juga keistimewaan yang tidak diberikan kepada makhluk lain, yakni kecerdasan akal dan kepekaan hati yang mampu berpikir rasional dan mersakan sesuatu dibalik materi dan perbuatan. keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada manusia yang lain adalah fitrah, yakni potensi manusiawi yang educable.
Secara lebih detail potens yang dimiliki manusia bersifat kompleks yang terdiri atas: ruh (roh), qalb (hati), ‘aql (akal), dan nafs(jiwa). potensi-potensi ini bersifat ruhaniyah ataw mental–psikis. Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, manuisa dapat mengembangkan kepribadian dari dan orang lain manuju kesempurnaan. perkembangan kepribadian individu  (peserta didik), disamping ditentukan oleh aspek dasar (fitrah) juga dipengaruhi oleh pengaruh ajar (lingkungan dimana dia belajar). Dalam prespektif sosiologis, anak-anak untuk pertama kalinya mengenal orang tuanya sebagai lingkungannya. interaksinya dengan orang tua memberikan berbagai pengalaman dalam kehidupan anak. ia mengenal menerima nilai-nilai untuk pertama kalinya juga dari orang tuanya.
Jika kita kembali kepada al-qur’an dan hadist maka pengakuan bahwaperanan orang tua sangat besar dalam pembentukan kepribadian anak menjadi sangat kuat. Tanggung jawaborang tua tidak terbatas pada pmenuhan pemenuhan jasmaniahsaja, tapi juga terhadap pemenuhan kebutuhan ruhaniyah-psikologi anak melalui pendidikan.
D.    Mengembangkan potensi peserta dididk
Para pakar pendiddikan membangun berbagai teori tentang perkembangan manusia yang masing-masing mempunyai fokus yang berbeda. Islam mempunyai pandangan yang berbeda dengan pendirian nativisme,empirisisme,dan konvergensi. Islam menampilkan teori potensi positif (fitrah) sebagai dasar perkembangan manusia.
Fitrah yang dibawa anak sejak lahir bersifat potensial sehingga memerlukan upaya-upaya untuk mengembangtumbuhkan menjadi faktual dan aktual. untuk melakukan upaya tersebut, islam memberikan prinsip-prinsipdasarnya berupa nilai-nilai islai sehingga pertumbuhan potensi manusia terbimbing dan terarah.
Berdasarkan konseptual itulah pendidikan islam diharapkan bisa berfungsi sebagai wahana mengembangkan potensi peserta didik sesuai denga fitrahnya.
E.     Pendidikan seumur hidup
Dalam ajaran islam, jiwa pendidikan seumur hidup telah dikenal sejak lama, yakni sejak munculnya islam itu sendidri. Nabi Muhammad Saw memerintahkan (tuntunlah ilmu sejak dari ayuna ibu sampai keliang lahat). Menurut ilmu sejak anak dala ayunan (semenjak anak masih dalam kandungan ibu) sampai meninggal dunia merupaka suatu kebutuhan stiap muslim untuk memenuhi ajaran agama.
konsep pendididkan yang dimulai semenjak sebelum pernikahan ini dapat dipahami dari hadist nabi yang menganjurkan agar laki-laki maupun perempuan ketika hendak memilih calon pasangan suami istri dianjurkan agar memilih pasangan yang taat beragama.
F.     Belajar dari kehidupan
Lingkungan memberikan konstribusi dan saham yang besar dalam pendidikan maka desain lingkungan yangkondusif sangat penting artinya masyarkat/lingkungan merupakan partner sekaligus pendidik bagi para generasi mudahnya. sementara lingkungan sosial danalam yang kondusif akan dapat menciptakan peserta didik yang kreatif-mandiri.
Manusia pada umumnya dan remaja pada khususnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan lingkungan pergaulannya. Kasus banyaknya remaja yang terjerat narkoba dan HIV/AIDS di antaranya karena terpengaruhi oleh teman dan lngkungan pergaulanya. jadi sebagai manusia harus mampu memroses setiap individu untuk terus belajar setiap saat pada lingkungan yang edukatif. 
Rating: 100% based on 99998 ratings.5 user reviews. | Judul: Hakikat Peserta Didik. | Ditulis oleh EggY Hendriyawan

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Prediksi bola

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berAGam InfO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger