Home » » Potensi Manusia

Potensi Manusia

Written By EggY Hendriyawan on Saturday, April 14, 2012 | 8:10 PM

Potensi Manusia Setiap manusia pasti memiliki potensi atau kemampuannya masing-masing. Potensi tersebut dipengaruhi oleh 2 hal yang saling berhubungan yaitu dasar dan pengajaran. Manusia memiliki dasar atau bakatnya masing-masing. Dasar atau bakat tersebut harus mendapat pengajaran. Maka dari proses tersebut akan lahir potensi atau kemampuan. Apabila seseorang memiliki bakat tetapi tidak mendapat pengajaran yang sesuai, maka nonsense bakatnya tidak akan berkembang dan tidak akan menjadi potensi bagi dirinya. Begitupun sebaliknya, jika seorang individu tidak memiliki bakat tetapi mendapat pengajaran yang tidak sesuai, maka pengajaran itupun tidak akan berkembang dan tidak akan menjadi potensi bagi dirinya.
Maka, sebaiknya seorang individu memperoleh pengajaran yang sesuai dengan bakatnya supaya bakat tersebut dapat berkembang serta bisa menjadi potensi bagi dirinya.
Menurut paham Eksistensialisme, manusia memiliki 8 potensi dalam dirinya, yaitu :
a.       Potensi kesadaran diri
b.      Potensi bereksistensi
c.       Potensi kata hati
d.      Potensi moral
e.       Potensi tanggung jawab
f.       Potensi kebebasan
g.      Potensi kewajiban dan hak
h.      Potensi menghayati kebahagiaan

a)      Potensi Kesadaran Diri
Potensi kesadaran diri manusia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu kesadaran diri yang bersifat ke dalam dan kesadaran diri yang bersifat ke luar. Kesadaran diri yang bersifat ke dalam adalah suatu kesadaran manusia terhadap dirinya sendiri. Potensi ini akan memberikan suatu kesadaran bagi manusia terhadap individu. Maka, seorang individu akan sadar terhadap apa yang boleh dan tidak boleh ataupun baik dan buruknya sesuatu terhadap dirinya sendiri. Sedangkan kesadaran diri yang bersifat ke luar adalah suatu kesadaran manusia terhadap orang lain. Potensi ini akan memberikan suatu kesadaran bagi manusia terhadap lingkungan sosialnya. Maka, seorang individu akan sadar terhadap apa yang boleh dan tidak boleh ataupun baik dan buruknya sesuatu terhadap lingkungan sosialnya.

b)      Potensi Bereksistensi
Potensi bereksistensi manusia bersifat menerobos ruang dan waktu. Artinya kemampuan manusia untuk bereksistensi dalam ruang lingkup tempat dan waktu. Dari keduanya dapat dihasilkan kemampuan untuk memprediksi. Prediksi adalah suatu kemampuan manusia untuk menentukan apa yang harus dilakukan ataupun tidak boleh dilakukan untuk kemajuan pada kehidupannya di masa yang akan datang.
c)      Potensi Kata Hati, Moral dan Tanggung Jawab
Potensi kata hati, moral dan tanggung jawab manusia sangat berhubungan. Berawal dari kata hati atau hati nurani manusia timbullah moral. Moral tersebut ada yang bersifat baik dan adapula yang bersifat buruk karena dipengaruhi oleh akal, nafsu dan norma. Kemudian moral tersebut digambarkan dalam suatu perbuatan. Dari sana akan lahirlah nilai. Perbuatan manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perbuatan yang tulus dan disertai dengan keikhlasan serta pebuatan yang bersifat terpaksa karena dilandasi dengan pamrih. Perbuatan tersebut dipengaruhi oleh niat dari individu itu sendiri.
Tingkatan dari niat terbagi kedalam 4 macam, yaitu niat yang berasal dari:
  1. diri sendiri, niat yang muncul karena keinginan dari dalam diri.
  2. orang lain, niat yang muncul karena pengaruh dari orang lain.
  3. hukum, niat yang muncul karena pengaruh hukum atau peraturan yang berlaku.
  4. hati nurani, niat yang muncul dari dalam hati nurani.
Sebelum melakukan suatu perbuatan, manusia harus memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab tersebut meliputi kemauan, keberanian dan resiko. Manusia akan memiliki kemauan terhadap sesuatu hal. Setelah itu, dia harus memiliki keberanian untuk mencapai kemauannya tersebut. Akhirnya manusia harus mempertimbangkan dan menerima resiko yang mungkin terjadi apabila dia berusaha mencapai kemauannya tersebut. Tangung jawab manusia dihadapkan kepada tuntutan nurani. Tuntutan nurani tersebut berkaitan dengan 3 aspek, yaitu terhadap dirinya, orang lain dan terhadap Tuhan.
d)     Potensi Kebebasan
Ada 2 pendapat terhadap potensi kebebasan manusia. Menurut paham determinisme, manusia tidak memiliki kebebasan karena manusia bersifat pasif. Manusia tidak memiliki kebebasan karena faktor alam atau kodrat alam secara naturalis dan karena faktor individu atau dirinya sendiri secara teologis.
Sedangkan menurut pahan Indeterminisme, manusia memiliki kebebasan karena manusia bersifat aktif. Sama halnya seperti menurut paham determinisme bahwa manusia memiliki kebebasan karena faktor alam atau kodrat alam secara naturalis dan karena faktor individu atau dirinya sendiri secara teologis.
e)      Potensi Kewajiban dan Hak
Manusia memiliki potensi kewajiban dan hak. Kewajiban adalah suatu hal yang harus dia tunaikan atau dilaksanakan, sifatnya mutlak. Sedangkan hak adalah sesuatu yang bisa didapatkan atau diperoleh seseorang. Kewajiban dan hak tersebut saling berkaitan. Untuk memperoleh hak, manusia terlebih dahulu harus menunaikan kewajibannya. Akan tetapi, kebanyakan manusia lebih menuntut hak daripada menunaikan kewajibannya terlebih dahulu. Hal ini sering menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Maka, hendaknya kita menunaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum menuntut hak.
f)       Potensi Menghayati Kebahagiaan
Setiap manusia pasti memiliki suatu keinginan atau harapan. Untuk mencapai harapan tersebut, maka manusia akan melakukan suatu usaha. Dari usaha yang dilakukan akan membuahkan suatu hasil. Apabila hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan, maka akan timbul suatu perasaan bahagia. Sebaliknya apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, maka akan timbulah perasaan kecewa. Dalam menghadapi suatu kenyataan, manusia harus bersikap realistis. Kenyataan tersebut harus diterima dengan lapang dada dan jangan pernah mengeluh, menyesal apalagi putus asa. Manusia haruslah ikhlas menerima apa yang telah ditakdirkan dan terjadi pada dirinya. Apabila manusia mendapatkan suatu kegagalan dalam hidupnya, maka sebaiknya dia menerima kegagalan tersebut dan berusaha memperbaikinya di masa yang akan datang supaya lebih baik lagi. Manusia harus terus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik bagi dirinya.  Dengan menerima suatu kegagalan atau kekecewaan dan tidak mengeluh ataupun putus asa serta berusaha untuk memperbaiki hal tersebut, maka kedepannya dia pasti akan mencapai suatu kesuksesan dan kebahagiaan. Akan tetapi setelah bisa memperoleh kesuksesan atau kebahagiaan tersebut, janganlah menyikapinya dengan berlebihan. Hendaknya manusia menyikapi kebahagiaan tersebut sewajarnya supaya tidak menjadi suatu mudharat bagi dirinya.
Rating: 100% based on 99998 ratings.5 user reviews. | Judul: Potensi Manusia. | Ditulis oleh EggY Hendriyawan

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Prediksi bola

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berAGam InfO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger