Home » » Tanggung Jawab Orang Tua

Tanggung Jawab Orang Tua

Written By EggY Hendriyawan on Sunday, April 15, 2012 | 6:27 PM

Tanggung Jawab Orang TuaPangkal ketentraman dan kedamaian hidup terletak pada keluarga. Islam memandang keluarga bukan hanya sebagai persekutuan terkecil melainkan sebagai lembaga yang memberi peluang bagi manusia akan celaka atau bahagia dunia akhirat. Keselamatan keluarga harus diutamakan ketimbang keselamatan masyarakat seperti dalam Q.S At Tahrim 6. “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Begitu juga halnya dengan pendidikan, keluarga memiliki tanggung jawab sepenuhnya atas keberlangsungan pendidikan anak-anaknya. Di tangan orang tualah pendidikan seorang anak dapat terselanggara. Orang tua memiliki tanggung jawab sepenuhnya atas pendidikan anak-anaknya. Orang tua tidak bisa melepas tanggung jawabnya kepada orang lain begitu saja, seperti halnya menyerahkan tugas ini kepada sekolah atau pun lembaga lainnya. Sekolah hanya menerima limpahan tugas dari orang tua, karena diluar limpahan tersebut orang tua masih memiliki tanggung jawab yang besar atas pendidikan anak-anaknya.

Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dikatakan pendidik pertama, karena ditempat inilah anak medapatkan pendidikan untuk pertama kalinya sebelum ia menrima pendidikan yang lainnya. Dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari tempat ini mempunyai pengaruh yang besar bagi kehidupan anak dikelak kemudian hari.

Tanggung Jawab Orang Tua - Peran orang tua dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari tugas manusia secara umum. Dari sejarah dapat dilihat bahwa tugas pokok manusia tersimpan dalam kutipan berikut, "Beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

Bila dipilah, tugas pertama manusia adalah beranak cucu dan bertambah banyak. Manusia diberi mandat untuk mempunyai keturunan yang berkualitas baik rohani, intelek, emosi, kehendak dan phisik yang sehat. Dengan kata lain, manusia diperintahkan untuk menghasilkan manusia yang seutuhnya, yaitu manusia yang mirip dengan Penciptanya. Hati, pikiran, emosi, kehendak dan tindakannya seirama dengan hati, pikiran, emosi, kehendak dan tindakan Penciptanya. Ada kemiripan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pikiran dan tindakan manusia merupakan derivatif dari pikiran dan tindakan Tuhan.

Bagi calon orang tua (suami istri) hendaknya memahami peran diatas sehingga apabila sudah tiba saatnya menjadi pasangan suami istri mereka akan dapat melaksanakannya dengan baik. Islam mengajarkan, rumah tangga yang baik adalah rumah tangga  yang dibangun dengan kehidupan penuh sakinah.
Dalam rangka membentuk rumah tangga sakinah tersebut Islam menetapkan beberapa patokan dalam pemilihan jodoh. Ada kriteria untuk memilih jodoh yang baik yaitu :
a.              Aspek keberagamaan dari pasangan hidup beragama.
b.             Aspek kehormatan diri dalam arti terpeliharanya kesucian seksual dari kedua pasangan yang ingin membentuk hidup rumah tangga.
c.              Islam mencegah terjadinya perkawinan antara keluarga yang terlalu dekat. Perkawinan seperti ini bisa menimbulkan akibat tidak baik bagi fisik maupun mental anak yang kelak dilahirkan dari pasangan tersebut.
Setelah ikatan perkawinan terbentuk, maka kewajiban suami istri adalah membangun rumah tangga yang didasarkan mawaddah (kemesraan) dan rahmah (kasih sayang). Dengan cara demikian akan terbentuklah rumah tangga harmonis. Rumah tangga demikianlah yang dapat melahirkan anak-anak saleh yang selalu di idam-idamkan oleh pasangan suami istri.
Ada beberapa ketentuan untuk dapat membentuk rumah tangga yang harmonis, diantaranya :
1.        Suami istri mempumyai martabat yang sama sebagai manusia
2.        Hubungan suami istri harus saling melengkapi dan saling mengisi
3.   Suami/ayah sebagai kepala rumah tangga supaya menciptakan suasana pergaulan dalam rumah tangganya denagn baik
4.        Pentingnya suasana keagamaan dalam kehidupan rumah tangga
Berikut ini adalah beberapa tanggung jawab yang harus dipikul orang tua terhadap anak-anaknya :
1.        Memelihara dan membesarkan anak dengan sepenuh hati sesuai dengan kemampuannya
2.        Melindungi dan menjamin kelangsungan hidup anak-anaknya
3.        Memberi pangajaran dan wawasan serta pengetahuan yang luas
4.   Membahagiakan anak, baik dunia maupun akhirat sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim.

Setiap orang tua tidak dapat mengelakkan tanggung jawab diatas karena pada akhirnya, tanggung jawab pendidikan itu berada dan kembali pada tangan orang tua juga. Namun demikian orang tua tetap manusia yang memiliki keterbatasan, sehingga memungkinkan peluang bagi orang lain yang mampu dan dewasa untuk membantu memikul tanggung jawab mendidik anak yang sesuai dengan harapan, cita-cita, pandangan hidup, dan keagamaan yang dihajatkan orang tua tersebut.   




                                                 Baca juga: Tanggung jawab sekolah
Rating: 100% based on 99998 ratings.5 user reviews. | Judul: Tanggung Jawab Orang Tua. | Ditulis oleh EggY Hendriyawan

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Prediksi bola

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berAGam InfO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger