Home » » Tugas Manajemen Produksi

Tugas Manajemen Produksi

Written By EggY Hendriyawan on Tuesday, April 3, 2012 | 3:12 PM

Arti Dan Peranan Material Handling
Material handling merupakan kegiatan mengangkat, mengangkut, dan meletakkan bahan-bahan/arang-barang dalam proses didalam pabrik, kegiatan mana dimulai dari sejak bahan-bahan masuk atau diterima dipabrik sampai pada saat barang jadi/produk akan dikeluarkan dari pabrik. 

Dalam proses produksi terdapat bermacam-macam proses yang harus dilalui oleh produk tersebut sampai selesai dan siap untuk dikirim kepasar. Agar proses produksi ini berjalan dengan lancar dibutuhkan adanya pergerakan/perpindahan bahan yang disebut “material movement”. Akan tetapi bahan-bahan merupakan barang yang mati tidak dapat bergerak/berpindah dengan sendirinya. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan adanya kegiatan pemindahan barang yang disebut “material handling”.

Peralatan Material Handling
Peralatan material handling yang biasa digunakan dalam suatu perusahaan pabrik dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Fixed path equipment, yaitu peralatan material handling yang sudah tetap (fixed) digunakan suatu proses produksi.

Adapun sifat-sifat dari fixed equipment ialah :
· Biasanya tergantung atau ditentukan oleh proses produksi
· Sifatnya sudah tetap (fixed) tidak fleksibel, karena hanya digunakan untuk. mengengkut barang-barang atau bahan-bahan secara terus-menerus/kontinu.
· Mesin-mesin atau peralatan ini biasanya menggunakan kekuatan tenaga listrik.

2. Varied path equipment, yaitu peralatan material handling yang sifatnya fleksibel dapat dipergunakan untuk bermacam-macam tuuan dan tidak khusus mengangkut atau memindahkan bahan-bahan/barang-barang tertentu.

Adapun sifat-sifat dari varied path equipment ialah :

· Biasanya tidak tergantung dari proses produksi.
· Dapat digunakan bermacam-macam operasi.
· Mesin-mesin atau peralatan semacam ini biasanya digunakan dengan kekuatan tenaga manusia atau tenaga mesin .

2.3 Ciri-ciri material handling yang kurang baik dan tidak efisien
Sebagaimana kita ketahui bahwa biaya-biaya yang harus dikeluarkan bagi para pekerja adalah sangat tinggi/besar. Oleh karena itu maka tidak efektif dan efisien apabila sebagian waktu kerja para pekerja yang ahli tersebut dihabiskan atau dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan material handling. Maka dari itu perlu diketahui ciri-ciri dari material handling yang kurang baik dan tidak efisien ialah :

a) Bahan-bahan atau barang-barang dibongkar dipindahkan dengan tangan.
b) Adanya barang-barang atau bahan-bahan yang diletakkan dihalaman atau pada tempat penerimaan yang menunggu untuk disalurkan.
c) Banyak orang yang berkerumun menunggu untuk melakkukan suatu handling yang besar.
d) Lebih banyak barang-barang atau bahan-bahan yang dikirimkan daripada barang yang datang.
e) Pemindahan barang-barang dilakukan oleh orang-orang atau tenaga-tenaga yang ahli dan peralatan yang kurang lengkap.
f) Adanya barang-barang atau bahan-bahan yang sering rusak pada waktu pemindahan.
g) Adanya kantong-kantong pembungkus atau kotak-kotak barang yang jelek.
h) Orang-orang yang harus mengerjakan material handling menunggu lift untuk mengangkut barang-barang.
i) Tidak ada batas sampai setinggi mana barang-barang boleh ditimbun.

2.4 Faktor-faktor material handling yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan peralatan pabrik.

Faktor-faktor material handling yang perlu dipertimbangkan dalam plant lay out yang baru ialah:

Ø Menyimpan barang supaya barang tersebut tetap dalam keadaan yang baik untuk dikerjakan.
Ø Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan, sehingga dapat dihindarinya re-handling sebelum pengolahan dilakukan.
Ø Mengadakan suatu sistem pemindahan barang-barang sisa atau scrap dan bahan-bahan bekas yang dibuang.
Ø Merencanakan pos-pos pengawasan sebagai suatu bagian dari arus pekerjaan
Ø Menghindarkan semua gerakan yang menghilang (zig-zag) yang melalui arus yang berlaku umum (general life of low )

2.5 Tugas-tugas pemeliharaan
Adapun tugas-tugas pemeliharaan terdiri dari :
1. Inspeksi (inspctions)
Kegiatan inspeksi ini meliputi kegiatan pengecekan atau pemeriksaan secara berkala bangunan dan peralatan pabrik sesuai dengan rencana serta kegiatan pengecekan atau pemeriksaan terhadap peralatan yang mengalami kerusakaan dan membuat laporan dari hasil-hasil pengecekan atau pemeriksaan tersebut.
2. Kegiatan tekhnik (engineering)
Kegiatan tekhnik meliputi kegiatan percobaan atas peralatan yang baru dibeli dan kegiatan-kegiatan pengembangan peralatan atau komponen peralatan yang perlu diganti, serta melakukan penelitian-penelitian terhadap kemungkinan pengembangan tersebut.
3. Kegiatan produksi (production)
Kegiatan produksi ini merupakan kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya, yaitu memperbaiki dan mereparasi mesin-mesin dan peralatan. Secara fisik, melaksanakan pekerjaan yang disarankan atau diusulkan dalam kegiatan inspeksi dan tekhnik, melaksanakan kegiatan service dan perminyakan.
4. pekerjaan adminstrasi (clerical work)
pekerjaan administrasi ini merupakan kegiatan administrasi dari pekerjaan pemeliharaan yang menjamin adanya catatan-catatan yang mengenai kegiatan atau kejadian-kejadian yang penting dari bagian pemeliharaan.
5. Pemeliharaan bangunan (house keeping)
Kegiatan pemeliharaan bangunan merupakan kegiatan untuk menjaga agar bangunan gedung tetap terpelihara dan terjamin kebersihannya.

2.6 Jenis-jenis pemeliharaan 
Kegiatan pemeliharaaan dapat dibedakan atas dua macam, yakni:
a. Preventive maintenance
Preventive maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi.
b. Corrective atau breakdown maintenance

2.7 Usaha-usaha untuk menjamin kelancaran kegiatan pemeliharaan

Adapun usaha-usaha untuk menjaga kelancaran kegiatan pemeliharaan ini, diantaranya:
· Menambah jumlah peralatan-peralatan dan perbaikan para pekerja bagian pemeliharaan, sehingga dapatlah diharapkan rata-rata waktu kerusakan dari mesin akan dapat dikurangi.
· Menggunakan suatu preventive maintenance, karena dengan cara ini kita dapat mengganti alat-alat atau parts yang sudah ada dalam keadaan kritis sebelum rusak.
· Diadakannya suatu cadangan didalam suatu sistem produksi pada tingkat-tingkat yang kritis (critical unit) sehingga kita mempunyai suatu tempat yang paralel apabila terjadi suatu kerusakan yang mendadak.
· Usaha-usaha untuk menjadikan para pekerja dalam bidang pemeliharaan ini sebagai suatu komponen dari mesin-mesin yang ada, dan untuk menjadikan mesin tersebut sebagai suatu komponen pula dari/terhadap suatu sisitem produksi secara keseluruhan.
· Mangadakan percobaan untuk menghubungkan tingkat-tingkat sistem produksi lebih cermat dengan cara mengadakan suatu persediaan cadangan (inventory) diantara berbagai tingkat produksi yang ada, sehingga terdapat keadaan dimana masing-masing tingkat tersebut tidak akan sangat tergantung dari tingkat sebelumnya.


Rating: 100% based on 99998 ratings.5 user reviews. | Judul: Tugas Manajemen Produksi. | Ditulis oleh EggY Hendriyawan

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Prediksi bola

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. berAGam InfO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger